Sebenarnya istilah walet cari gedung tidak berhubungan dengan soal WAKTU, melainkan berhubungan dengan lokasi atau TEMPAT.

Selama ini orang beranggapan, dulu walet cari gedung, sekarang gedung cari walet. Anggapan seperti ini harus diluruskan agar tidak salah pemahaman.

Sebab tidak selalu dulu walet cari gedung dan kondisi sekarang gedung cari walet.

Dulu ada lokasi dimana walet cari gedung dan ada lokasi gedung cari walet. Sekarangpun sama saja. Ada lokasi walet cari gedung, dan ada lokasi gedung cari walet.

Semua tergantung lokasinya, tergantung TEMPATNYA bukan tergantung saat, bukan tergantung masa atau WAKTU.

Dulu sekitar 10 th lalu jika anda membangun gedung di lokasi sentra walet misalnya di Pringsewu atau Gading Rejo Lampung, maka yang terjadi saat itu adalah,  gedung cari walet. Sebab 10 tahun lalu lokasi tersebut sudah ketat persaingan.

Saat ini jika anda tepat memilih TEMPAT, misalnya di daerah Dompu NTB dimana populasi walet sangat banyak sementara jumlah gedung sangat sedikit, maka di lokasi itu, walet cari gedung.

Kenapa seseorang memilih membangun gedung walet di tengah perkebunan sawit? Karena orang tersebut memilih lokasi yang tidak ada persaingan, dimana di lokasi tersebut kondisinya walet cari gedung.

Sabtu sore kemarin 24 Maret, Agen duniawalet Palu mengajak saya meninjau lokasi yang segera akan dibangun gedung walet bulan depan. Lokasinya dipemukiman perantau dari Jawa. Lokasi ini sudah masuk wilayah Kab. Sigi. Jarak tempuh dari pusat kota Palu sekitar 1 jam. Saya sempat ngobrol dengan mas Joko asal Cilacap yang sudah 8 tahun tinggal di daerah ini.

Saya memandang hamparan areal persawahan yang luas dengan tanaman padi menghijau, sementara latar belakangnya nampak perbukitan yang subur.

Ikut dalam trip sore itu, bang Ilham sub agen Parigi, bang Nadir agen Toli2 dan bang Amang petani walet pemula asli Palu.

” Sudah saya survey beberapa kali lokasi ini merupakan jalur padat walet pagi dan sore melintas” jelas Bang Ahmad Ariadi.

Terus terang saya sangat berminat juga mendirikan gedung walet di lokasi ini. Ribuan walet mencari makan di  sini tiap hari.

Baru ada 1 gedung yang dibangun di komplek penggilingan gabah milik bpk H. Onding.

Beberapa kali saya motret lokasi yang prospek ini. Bang Amang tak mau ketinggalan berminat mencari 1 atau 2 bidang tanah juga. Lokasi menentukan sukses budidaya walet ke depan. Di lokasi ini bisa diprediksi walet cari gedung.

Selasa siang tgl 27 Maret kemarin, saya mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Gerimis membasahi landasan. Mendung merata membuat teduh  perjalanan ke Pangkalan Kerinci. Perjalanan darat ditempuh sekitar 1.5 jam melewati perkebunan sawit yang rimbun dan diantara truk tua pengangkut log kayu akasia yang berjalan merayap. Jalan aspal yang mulus membuat kelopak mata saya  terasa berat.

Tugas saya dalam trip ke Pangkalan Kerinci kali ini mengontrol dan evaluasi dua gedung walet bpk Suryanto di Laut Merah dan Pelita yang 6 bulan lalu saya tangani. Alhamdulillah perkembanganya sangat signifikan meskipun kompetisi sangat ketat, dimana kondisi lokasi tersebut adalah gedung berebut populasi walet. Gedungnya berupa ruko diapit oleh bangunan ruko walet kanan kiri.

Tugas selanjutnya mengatur tata ruang serta tata suara gedung walet beliau yang ke 3. Saya diminta on kan perdana gedung walet ukuran 10 m x 16 m tinggi 4 lt yang berlokasi di Simpang Anjing. Pak Suryanto memilih lokasi yang sepi kompetisi, dekat perkebunan sawit dan jalur lintas padat walet sore hari menuju kota. Tujuanya agar walet cari gedung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *